Sepatunya tiba kemarin, beberapa menit sebelum magrib. Sempat khawatir pesanannya dibatalkan setelah satu atau dua hari status di Tokopedia masih “proses”.
In this economy, lumayan berat keluar uang buat beli sepatu, walaupun harganya sebenarnya tidak mahal. Jangankan sepatu, buat beli mie ayam sebungkus saja saya perlu berpikir dua atau tiga kali. Bagaimana tidak? Dengan menambah sepuluh ribu, saya bisa dapat satu kilogram telur. Itu artinya saya punya lauk untuk makan selama seminggu. Atau tambah dua puluh ribu, sudah dapat dua kilogram minyak goreng. Semua orang tahu dua kilogram minyak goreng lebih berharga daripada sebungkus mie ayam. Jadi, hitungan untuk beli mie ayam tidak akan masuk kalau terus main hitung-hitungan, sekalipun dengan pembenaran, seperti “sekali ini saja.”
Pun dengan sepatu. Sepatu lari.
Padahal saya memang butuh. Atau dibuat merasa butuh. Dua pasang sepatu lari saya yang sudah usang sudah cukup jadi alasan buat beli sepatu baru.
Saya mulai cari-cari di toko online. Katanya merek lokal tidak kalah bagus. Dua pasang sepatu saya yang usang itu memang merek luar, saya membelinya di Sport Station. Saya lupa kapan terakhir kali punya sepatu lari lokal. Yang saya ingat mereknya Eagle, warna biru.
Saya sampai minta bantuan ChatGPT untuk memilih mana yang paling bagus. Pilihan saya menyempit setelah yang saya anggap sepatu lari sebenarnya sneaker biasa. Saya juga jadi sedikit lebih paham soal bahan dan merek-merek lokal yang sering direkomendasikan. Ada Aerostreet, Kanky, Eagle, Piero, dsb.
Setelah dipilah, pilihan saya jatuh pada Piero. Harganya tidak terlalu mahal dan merek Piero lumayan dikenal. Hanya, untuk ukuran saya, 42, di semua model sepatu lari kosong.
Saya cari yang lain lagi sampai akhirnya ketemu juga yang dirasa cocok. Mills Treximo Saga V2. Warna merah neon. Semua orang tahu merek ini. Sering jadi sponsor. Marc Klok saja pernah jadi brand ambassador-nya. Review di YouTube juga sangat meyakinkan. Meski yang saya akan beli kelihatannya stok lama, saya tidak terlalu mempermasalahkannya. Begitu juga dengan warnanya yang mencolok. Saya butuh fungsi, bukan gaya.
Meski begitu, saya tidak langsung beli. Saya simpan dulu di barang favorit, siapa tahu Piero ukuran 42 itu tiba-tiba ready. Setelah beberapa hari si Piero ukuran 42 itu tidak juga ready, jadinya saya putuskan untuk membeli Mills Treximo Saga V2. Saya checkout di Tokopedia tanggal 13 Mei, dan barangnya sampai tanggal 16 Mei sore kemarin.
Sepatunya lumayan bagus. Ringan, dan benar-benar pas di kaki. Di merek lain, ukuran 42 biasanya masih terasa agak longgar. Saya kasih lima bintang dan sedikit review.
Lalu saya kembali ke halaman utama Tokopedia, buka lagi halaman-halaman sepatu yang sebelumnya pernah saya incar. Dan … Piero ukuran 42 itu ternyata sudah ready.


