Masjid Pengumuman

Suatu saat, nama kita disebut melalui pengeras suara masjid. Meski saat itu kita sedang berada sangat jauh dari rumah. Tak lama kemudian, rumah kita mendadak ramai. Para tetangga mengeluarkan kursi dan meja. Mendirikan tenda. Menggelar tikar. Memasang bendera kuning. Menyusun kursi-kursi plastik. Lalu, para tamu mulai berdatangan.

Orang tua, saudara, pasangan, atau anak-anak kita tak henti-hentinya disalami dan menerima ucapan belasungkawa. Sementara jenazah kita tak henti-hentinya didoakan.

Sabtu sore itu, 11 Juli 2026 lalu, sekitar pukul 3 sore, nama ayah saya yang disebut.